E X A
M
Dosen Pengampuh
: Dr. Iswandi Syaputra, S.Ag., M.Si.
Disusun
oleh:
Nama
: Ma’ruf
NIM
: 18107030135
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN
KALIJAGA
YOGYAKARTA
T.A 2018/ 2019
Sinopsis
Film EXAM
Exam mengisahkan tentang
seleksi kandidat terbaik diseluruh dunia yang berjumlah 8 orang terbaik dan
satu petugas kemanan didalam ruangan khusus tersebut. Sebelum tes dimulai pengawas memberikan penjelasan
dengan pembawaan yang tegas dan peraturan penting yang tidak boleh dilanggar
oleh para kandidat yang mengikuti tes tersebut.
Salah satu peraturan adalah
larangan untuk meninggalkan ruangan, berbicara dengan pengawas dan merusak
kertas tes, baik secara sengaja ataupun tidak. Kandidat juga diharuskan untuk
menjawab pertanyaan tes tersebut dalam waktu 80 menit jika peserta melanggal
peraturan nyang sudah ditetapkan, maka peserta akan dikeluarkan dari ruangan.
Beberapa peraturan tersebut
bukanlah hal yang mengejutkan bagi 8 peserta tes tahap terakhir, tapi yang
mengejutkan ketika mereka mengetahui tidak ada pertanyaan di kertas tersebut,
melainkan hanya kertas kosong.
Jelas saja mereka
kebingungan untuk menjawab kertas kosong itu. Disitulah baru ada konflik,
peserta yang berwajah oriental mengira bahwa kertas kosong tersebut merupakan
uji kelayakan, ia pun menuliskan beberapa kalimat diatas kertas tes yang ia
dapatkan.
Akan tetapi perkiraannya
salah sehingga dikeluarkan dari ruangan, yaitu melanggar peraturan yang telah
ditetapkan, Bagian ini juga adalah titik awal, dimana berbagai konflik seru
yang melibatkan trik, tipu daya dan kecerdasan mulai bermunculan dan layak
ditonton. Exam sendiri bukan merupakan film produksi baru, film ini telah
dirilis pada bulan juni tahun 2009 silam dengan budget produksi yang terbilang
kecil, yaitu $600,000.
Kritikan
Manajemen Rekrutmen
Model penerapan Rekrutmen seperti dilem Exam memang
bagus, untuk mencari karyawan yang professional dan teliti dalam suatu
pekerjaan. Tetapi jika dirapkan di Indonesia tidak bisa dikarnakan kapasitas
dari masyarakatnya tidak memadai, bisa-bisa dihujat dari masyarakat sendiri
dikarnakan penerapan yang tidak masuk akal untuk masyarakat Indonesia sendiri.
Menurut saya pribadi penerapan seperti itu tidak maksimal
untuk merekrut karyawan, kenapa begitu? Dikarnakan keterbatasan karyawan yang
keterima dari beribu-ribu pendaftar yang ingin bekerja. Indonesia
penganggurannya kurang lebih berjumlah 6,87 juta orang orang atau 5,33% dari
penduduk Indonesia. Jika penerapan rekrutmen seperti itu saya rasa semakin
banyak pengangguran di Indonesia.
Indonesia masih kekurangan lapangan pekerjaan bukan
dikarnakan cara rekrutmennya tetapi
kapasitas di Indonesia memang tidak bisa mencakup keseluruhan penduduknya. Dan
masih banyak yang menjadi TKW ke Negara lain.
Jika Indonesia ingin menerapkan rekrutmen seperti itu
saya rasa benahi dulu kapasitas prusahaan atau PT yang ada di Indonesia. Baru
bisa menerapkan rekrutmen seperti itu.


0 Comments