KATA PENGANTAR
            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang mana telah memberikan kami semua kekuatan serta kelancaran dalam menyelesaikan makalah mata kuliah broadcasting yang berjudul “Urutan dan Tata Pemasaran Program Siaran” dapat selesai  seperti  waktu yang telah direncanakan. Tersusunnya makalah ini tentunya tidak lepas dari berbagai pihak yang telah memberikan bantuan secara materil dan moril, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada Yanti Dwi Astuti S.Sos,I.M.A
            Tak ada gading yang tak retak, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.


Yogyakarta 2018
               








DAFTAR ISI


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Munculnya iklan pada media penyiaran di dunia terjadi secara hampir tidak disengaja di Amerika Serikat pada tanggal 19 februari 1922, perusahaan-perusahaan berbasis teknologi AT & T milik stasiun radio WEAF mengumumkan bahwa radio tidak akan menyiapkan programnya sendiri namun akan memberikan kesempatan pada pihak lain yang sudah mengikat kontrak WEAF untuk menyiarkan programnya.
Siaran iklan televisi pertama kali mengudara pada tahun 1941, tahun itu menjadi tahun pertama mengudaranya siaran televisi komersial. Perusahaan Bulouva Watch Company menjadi perusahaan yang pertama kali iklannya ditayangkan di televisi dan membayar sekitar 9 dolar. Pada awalnya siaran iklan dipandang sebagai upaya untuk mempertahankan kelangsungan operasional stasiun penyiaran. Belum ada pemikiran untuk menjadikan penyiaran iklan sebagai sumber keuntungan.
1.2 Rumusan masalah
            1. Bagaimana Strategi pemasaran dalam penyiaran ?
            2. Apa saja tahapan dalam pemasaran dalam penyiaran ?
1.3 Tujuan masalah
            1. Untuk mengetahui strategi pemasaran dalam penyiaran
            2. Untuk mengetahui tahapan pemasaran dalam penyiaran


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Strategi Pemasaran
            Pemasaran adalah pekerjaan berat yang tidak bisa dilakukan di kantor. Memasarkan iklan berarti turun ke jalan, membuat janji dan berbicara kepada calon pemasang iklan. Dalam hal ini, ada dua faktor yang harus dipertimbangkan yaitu tingkat pertumbuhan ekonomi dan peran perusahaan Biro Iklan.
1.      Pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan ekonomi yang bagus akan mendorong semakin banyaknya uang beredar dan semakin terbuka peluang pekerjaan pemasang iklan pada stasiun penyiaran di daerah itu. Stasiun penyiaran yang berada di daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, akan membutuhkan jumlah staff pemasaran yang besar dibandingkan dengan daerah yang ekonominya terbatas

2.      Peran biro iklan
Biro iklan dapat membantu pemasaran waktu iklan suatu stasiun penyiaran. Biro iklan berhubungan dengan pemasang iklan. Biro iklan terkadang memberi beberapa iklan stasiun penyiaran
Tugas bagian pemasaran adalah yakinkan calon pemasang iklan untuk memasang iklan dengan memberikan hasil yang diharapkan. Tugas pertama staff pemasaran ialah menemukan calon klient kemudian melakukan riset dengan benar sehingga bagian pemasaran mendapatkan peluang yang bagus untuk meyakinkan klient untuk membeli slot iklan.




Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam diri seorang staff pemasaran yaitu :
1.      Staf pemasaran yang baik memiliki ambisi, ramah, ulet, kerja keras, dan menarik
2.      Staf pemasaran tidak gampang marah dengan jawaban tidak
3.      Staf pemasaran memiliki semangat untuk menjual
4.      Staf pemasaran adalah orang yang punya gaya, ingin hidup layak dan ingin punya uang
5.      Staf pemasaran adalah orang yang punya imajinasi dan tahu bagaimana mengatasi rintangan
Staf pemasaran yang baik lebih dahulu meneliti usaha klientnya sebelum membuat janji bertemu. Dia harus mengetahui, apakah suatu bisnis yang sedang trend meningkat atau menurun dan bagaimana keadaan persaingan bisnis itu. Bila usaha  bisnis mulai bersaing, tugas staff pemasaran ialah meyakinkan mereka yang bersaing bahwa iklan adalah senjata terbaik mereka. Staff pemasaran yang handal harus memahami mantal pengusaha lokal dan tidak memiliki tradisi memasang iklan dan mungkin tidak pernah membeli iklan sebelumnya.
 2.2 Bisnis iklan penyiaran
Memasang iklan di televisi atau radio kenyataannya lebih rumit dari pada memasang iklan pada jenis media masa. Setiap tahap pekerjaan mulai dari gagasan, pelaksanaan hingga penayangan membutuhkan persiapan yang baik dan matang. Iklan televisi yang bagus harus menarik dan meninggalkan pesan yang mendalam. Terdapat tiga pihak pada agar suatu iklan dapat tampil pada media penyiaran yaitu: pemasang iklan, perusahaan iklan dan stasiun penyiaran


A.Pemasang iklan
Pemasang iklan adalah perusahaan yang memberikan kewenangan kepada bagian promosi dan iklan yang ada pada perusahaan itu untuk merencanakan promosi atau iklan. Bagian promosi bertanggung jawab untuk merencanakan kebijakan iklan dan mengawasi pelaksanaannya.
B. Perusahaan iklan
Perusahaan iklan adalah lembaga yang memegang peranan penting dalam kegiatan iklan di radio atau televisi. Pada awal munculnya radio di Amerika Serikat, perusahaan iklan tidak saja bekerja untuk mempromosi iklan tetapi juga memproduksi siaran tempat iklan itu. Stasiun penyiaran Radio hanya berfungsi menyediakan fasilitas siaran saj. Namun sejak munculnya Televisi, peran membuat program siaran berpindah dari perusahaan iklan kestasiun penyiaran. Terdapat tiga  fungsi utama perusahaan iklan yaitu:
1.      Merancang dan memproduksi iklan
2.      Mengawasi penayangan iklan
3.      Memonitor efektivitas iklan
Perusahaan iklan besar biasanya memiliki bagian yang bertanggung jawab masing-masing fungsi tersebut. Bagian departemen kreative bertanggung jawa menggali ide-ide iklan yang original dan menuliskan ide itu secara tertulis. Account service departemen bertanggung jawab menjaga hubungan kerja, antara perusahaan iklan dengan lembaga pemasang iklan. Staf yang bertugas dibagian ini adalah account executive yang berhubungan langsung dengan perusahaan calon pemasang iklan dalam merencanakan dan melaksanakan rencan yang sudah disepakati. Departemen media bertanggung jawab untuk menayangkan suatu iklan selain itu juga bertugas untuk membeli waktu siaran.
Perusahaan iklan juga memiliki staf riset yang meneliti laporan rating dari setiap program yang di sediakan oleh lembaga rating, sebelum memutuskan memilih stasiun penyiaran atau program siaran.
C. Stasiun penyiaran
Departemen sales marketing merupakan bagian yang penting pada organisasi stasiun penyiaran komersial. Departemen sales marketing dipimpin oleh seorang manager yang mengawasi para tenaga penjual yang mendapatkan penghasilan dari komisi penjualan. Dalam menjalankan tugasnya para tenaga penjual harus meyakinkan calon pemasang iklan dengan memberikan segala informasi agar mencapai potensialnya dengan cara yang efektive dan efesien. Bagian lain yang memiliki peran yang tak kalah pentingnya adalah bagian promosi iklan. Tugas untuk merumuskan dan melaksanakan promosi guna membangun audien ini kepada bagian promosi. Bagian promosi harus bekerja sama dengan bagian sales agar mendapatkan waktu siaran untuk mengiklankan program siaran.
2.3 Produksi Iklan
            Langkah awal proses produksi iklan televisi adalah calon pemasang iklan menghubungi perusahaan biro iklan. Kedua pihak bertemu untuk merumuskan materi yang aka dirumuskan dengan target pasar yang ingin dicapai untuk sebuah produk iklan. Proses produk iklan televisi dimulai dari proses penciptaan dan pengembangan konsep kreatif yang kemudian dituangkandalam bentuk skrip. Skrip harus terlebih dahulu disetujui oleh klien, sebelemu melangkah ke tahap berikutnya yakni tahap eksekusi atau produksi. Ada kalanya sebelum tahap produksi konsep iklan itu diuji terlebih dahulu.
Setelah klien setuju dengan konsep kreatif pada skrip, maka biro iklan dapat mengajukannya ke rumah produksi guna menentukan teknis pembuatannya dan anggaran yang dibutuhkan. Pertemuan antara biro iklan dan PH disebut pre-production meeting. Dalam pertemuan ini juga dibahas soal pemilihan model, kostum, peralatan pendukung serta aspek teknis lainnya.
setelah teknik produksi dibahas dan disetujui semua pihak, khususnya klien barulah PH menghitung biayanya. Jika klien setuju, diadakan pertemuan kedua untuk membicarakan jadwal pengambilan gambar. Dalam proses pembuatan iklan, tiga pihak yaitu biro iklan, PH dan klien mendiskusikan masalah yang ada. Biro iklan dan rumah produksi hanya memberi saran dan pilihan-pilihan
            Selain mengerjakan proses pengambilan gambar, ada pula post production house atau post pro. Yang disebut terakhir ini mengerjakan proses pengeditan sehingga iklan siap tayang. Proses kerja pasca produksi meliputi offline editing, online editing, audio mixing, dan grafik.
Offline editing adalah proses membangun cerita termasuk pengambilan gambar dan transisinya lalu dilanjutkan ke proses online editing yakni pencahayaan gambar, disamakan, dan ditambahkan efek tertentu termasuk narasi dan efek suara. Selanjutnya masuk ke proses audio mixing untuk menyelaraskan gambar dan efek suara. Setelah semua proses tadi selesai barulah dibikin master yang kemudian digandakan sesuai dengan  jumlah stasiun televisi yang akan menayangkan iklan itu dalam bentuk digital atau analog 
2.4 Pemasaran Program Siaran
Operasional pemasaran dari satu stasiun penyiaran dilakukan dibawah manajemen direktorat Sales & Marketing ( stasiun televisi memiliki beragam istilah televisi komersial-direktorat marketing, televisi publik-direktorat pengambangan dan usaha). Direktorat ini bersama dengan direktorat lain merupakan dewan direksi yang berada di bawah manajemen direktur utama penyiaran bersangkutan, selaku koordinator seperti ditunjukkan diagram blok organisasinya.

Pengertian penyiaran adalah sati kegiatan atau proses yang berkaitan dengan memperkenalkan produk barangatau layanan kepada pelanggan potensial. Pemasaran digunakan oleh satu perusahaan untuk memiliki pelanggan dan berusaha menjaga pelayanan agar pelanggan tersebut tetap tertarik pada produk yang dijual.
Di bidang penyiaran, yang dijual dan dipasarkan dalam hal ini adalah slot waktu iklan komersial dan paket program yang dihasilkan adalah stasiun penyiaran bersangkutan dalam tahap pemasaran terdapat 4 tahapan, diantara lain :
1.      Marketing
Dalam tahap pemasaran, satu stasiun penyiaran memperkenalkan berbagai program yang akan ditayangkan oleh stasiun tersebut dalam  satu periode tertentu melalui beberapa cara, yaitu seminar atau presentasi untuk mempromosikan program-program dan kebijakan yang telah diperbaharui atau hal-hal lain yang bersifat pelayanan kepada client, menjaga hubungan baik, meningkatkan kepercayaan, dan loyalitas sehingga terjalin kerja sama untuk saling menghargai.
Marketing biasanya diselenggarakan di hotel atau gedung pertemuan, dengan mengundang pihak-pihak yang berkaitan. Presentasi biasanya diselenggarakan pada awal tahun, yaitu januari atau februari, yang disesuaikan dengan permulaan tahun pembukuan stasiun penyiaran. Disamping waktu ini, presentasi juga dilakukan pada pertengahan tahun, yaitu pada juli sampai agustus. Atau apabila satu stasiun penyiaran akan menayangkan program kolosal misalnya menjelang bulan suci ramadhan, maka segera presentasi dijadwalkan dengan para undangan yang bersifat khusus.
Dalam presentasi tersebut dipaparkan segala sesuatu yang berkaitan dengan program, yang biasanya unggulan, dan nilai atau rate card perdetik slot program atau slot iklan yang ditawarkan.
Satu spot memiliki nilai waktu 30 detik, sehingga setiap iklan dapat membuat materi iklan dengan berbagai variasi sesuai dengan strategi iklan yang bersangkutan. Biasanya produksi iklan terdiri dari berbagai content dan versi durasi. Versi content untuk menarik simpati audiensi karena memiliki daya tarik yang luar biasa. Versi durasi bertujuan untuk mengiring audiensi agar memahami pesan iklan yang memiliki alur cerita yang padat, sehingga tercipta image unggulan suatu brand atau produk iklan. Versi durasi iklan bervariasi dari yang 5 detik hingga yang 60 detik atau 2 spot, normalnya satu iklan dikenal dengan 1 spot, yaitu 30 detik.
2.      Sales
Kegiatan sales adalah kegiatan akhir suatu proses komersial, yaitu penjaja memperoleh uang dari penjualan produk atau dalam bentuk kompensasi yang lain. Penjualan merupakan kegiatan lanjutan setelah proses marketing yang telah terjadi antara stasiun penyiaran dan pemasangan iklan. Pemasangan iklan akan memastikan transaksi pemasangan melalui penjajian kontrak, setelah cocok dengan nilai spot yang ditawarkan.
Tugas operasional pemasaran dan penjualan sebagai berikut :
1.      Merencanakan strategi pemasaran dan penjualan dengan target tertentu
2.      Mengundang semua pihak yang terkait dengan tayangan iklan dalam marketing.
3.      Membuat dan mempersiapkan materi produksi serta rate cart, dalam marketing sebagai bahan presentasi.
4.      Melakukan dan memproses perjanjian kontrak
5.      Melayani kebutuhan dan menjaga hubungan baik dengan client

3.      Ad Monitoring
Dalam proses ini dilakukan penentuan slot waktu atau yang dikenal sebagai jeda waktu iklan komersial atau sponsorship. Jeda waktu iklan ini mempunyai durasi dalam kisaran tiga menit hingga delapan menit yang bergantung pada periode waktu tayang, prime time, atau waktu yang lain.
Monitoring dilakukan secara komputerisasi dengan menggunakan software tertentu yang diinterogasikan pada sistem automasi penyiaran. Perancangan software trafik untuk penyiaran ternama di dunia salah satunya adalah Broadcast Traffic System dari Inggris. Unit trafik yang berada dibawah GM pemasaran dan penjualan program melakukan pengaturan demikian sehingga memenuhi kuota sesuai pengaturan pasal 46 ayat 8  UU No.32/2002 tentang penyiaran, yang menentukan bahwa slot waktu siaran iklan maksimal 20% untuk lembaga penyiaran swasta dan 15% untuk lembaga penyiaran publik. Dari seluruh durasi dalam setiap program yang ditayangkan.
Dari uraian tersebut, maka tugas unit kerja trafik sebagai berikut :
Ø  Mengupload materi iklan
Ø  Menyusun waktu tayang iklan
Ø  Paket tayangan iklan di ruang MCR atau PC room
Ø  Membuat Printout pelaksanaan tayangan iklan
4.      Mekanisme Pemasangan Iklan
Mekanisme pemasangan iklan di indonesia di atur oleh aturan perundang-undangan, peraturan menteri Komunikasi dan informasi No. 25/PER/M.KOMINFO/5/2007 tentang penggunaan Sumber Daya Dalam Negeri untuk produk Iklan yang disiarkan Melalui Lembaga Penyiaran. Disamping itu, terdapat rumusan etika beriklan yang di tuangkan dalam Etika Pariwara Indonesia yang di susun pada 2005 oleh pihak-pihak yang berkaitan dengan periklanan. Pariwara ialah nama laian atau sinonim dari periklanan.
Dalam satu regulasi untuk periklanan, ditentukan keberadaan satu lembaga agen periklanan yang berfungsi sebagai perantara antara pemasangan iklan produk barang dan lembaga penyiaran. Dengan kata lain, bahwa pemasangan iklan tidak dibolehkan langsung bernegosiasi dengan lembaga penyiaran tentang pemasanagan iklan pada tayangan program. Agen periklanan sendiri ditunjuk oleh pemasangan iklan/pemilik produk melalui proses tender dan yang terpilih akan bertugas sebagai perantaranya dalam proses tawar menawar atau negosiasi nilai spot yang ditawarkan oleh salah satu lembaga penyiaraan.
Seluruh iklan diklasifikasikan menjadi dua, yaitu iklan komerial dan layanan masyarakat. Iklan komersial sebelumnya berasal dari pabrikan, agen penjualan produk jadi, atau perusahaan jasa yang diberi lebel TVC (tape video commersial). Sedangkan iklan layanan masyarakat berasal dari pemerintahan. Perbandingan rate kedua kelompok iklan ini sangat bervariasi yang bergantung kepada hasil negosiasi rate TVC antara stasiun penyiaran dan pemasangan iklan yang diwakili agen periklanan.








BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
            Dunia penyiaran tentunya juga memiliki bagian-bagian dari pemasaran.  Seperti memasarkan iklan, memasarkan iklan berarti turun ke jalan dan membicarakan dengan calon pemasang iklan. Dalam bidang penyiaran bagian yang dipasarkan merupakan slot waktu iklan komersial dan paket program yang bersangkutan dengan program pemasaran yang didalamnya terdapat beberapa tahapan yakni Marketing, Sales, Ad Monitoring, dan Mekanisme pemasangan iklan yang termasuk dalam tata pemasaran dalam bidang peyiaran.


Daftar Pustaka

Chandra, G. (2005). Strategi dan Program Pemasaran. Yogyakarta.
Morrisan. (2008). Manajemen Media Penyiaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Tjiptono, F. (1997). Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi.